Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

Wednesday, 16 July 2014

The 5th Wave #1

Judul: Gelombang 5 (The 5th Wave #1)
Penulis: Rick Yancey
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Desember 2013
Tebal: 576 hlm.
ISBN: 978-979-22-9115-5
Setelah Gelombang 1, hanya kegelapan yang tersisa.
Setelah Gelombang 2, hanya orang-orang beruntung yang lolos.
Dan setelah Gelombang 3, hanya yang tidak beruntung yang bertahan.
Setelah Gelombang 4, hanya ada satu peraturan: JANGAN PERCAYA PADA SIAPA PUN.

Alien menyerbu Bumi dan menyapu habis manusia dalam beberapa gelombang. Cassie berhasil bertahan sejauh ini. Menurutnya, untuk tetap hidup, ia harus sendirian. Sampai ia bertemu Evan Walker. Cowok misterius itu mungkin satu-satunya harapan Cassie untuk menyelamatkan adiknya—atau bahkan menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, Cassie harus memilih antara percaya atau putus asa, melawan atau menyerah, hidup atau mati.

Pertama liat covernya. Wiihh, keren! Ngegambarin banget sinopsis yang di belakang. Dan emang sampulnya gak kalah keren dari sampul luar yang asli. Terus ada tulisan "Seru, seperti Hunger Games". Waah, makin semangat buat baca kayaknya bakalan seru nih. Dan pas liat bookmarknya, duh, kok kecil sih? bukunya tebel, pembatasnya kecil -_- Tapi, rapopo daripada gak ada.

pict source
Awalnya, aku kira cerita bakal dimulai dari gelombang 1, terus ke gelombang selanjutnya. Eh, ternyata langsung ke gelombang 5, dan yap flashback, penulis cuma ngasih tau sedikit hal tentang Gelombang-Gelombang sebelumnya.

--Gelombang 1: Listrik Padam
-----Gelombang 2: Tsunami
--------Gelombang 3: Wabah Sampar
------------Gelombang 4: Peredam.............hlm.9
Jadi, ada apa di gelombang 5?

Di awal harusnya cukup seru, apalagi alurnya yang maju-mundur, tapi entah kenapa dibuat akunya bosan. Tapi begitu menginjak halaman seratusan, bosannya mulai terangkat sedikit demi sedikit.

Setiap pergantian Point of Viewnya membingungkan. Yap, di awal kita dikasih sudut pandang Cassie, selanjutnya dibawa ke sudut pandang orang lain yang gak ada ciri-ciri hubungannya dengan bab sebelumnya. Yaa kedepannya sih iya mulai ngerti, tapi awalnya itu lho, membingungkan. POVnya ada 4 orang. Cassie, Ben Parish, Sammy, dan Evan Walker. Dan sebenarnya ini cerdas dan menarik, cuma masalah ini-bagian-siapa-ya-yang-ceritanya aja yang ngebingungin.
pict source
I like all of the characters, but I really-really love Sam and Zombie so much, hehehe. 
Sam, yaampun, adiknya Cassie ini menggemaskan sekaliiii, lucu, polos banget, aahh mau deh punya adik satu kayak gini. Ikut sedih waktu dia dipindahin ke kamp lain. 
Cassie, sejauh ini dapat bertahan sampai gelombang 4. Sendirian. Misinya sekarang adalah menemukan Sam, adiknya yang dibawa ke markas alien(keliat dong, segimana sayangnya dia sama adiknya?). Cassie ini tangguh dan gak menye, tapi dia ini orangnya gak percayaan banget. Iya, semua emang karena Allien attack, tapi ketidakpercayaannya ini membuat dia tidak berperasaan juga. 
Ben (cowok yang Cassie suka sebelum ada alien datang) dan pasukannya juga gak kalah asyik, Ben ini dibawa ke markas alien. Tapi misinya adalah balas dendam ke orang yang bunuh adiknya. Dia ini baik banget, lovable, bahkan aku lebih suka dia daripada Evan (sorry Evan). Pasukannya juga keren, sebenernya Ringer aja sih yang keren, tapi yang lainnya juga seru dengan sifatnya masing-masing kok. 
Evan, yaa kayaknya cowok satu ini bakalan disukai banyak cewek (tapi kok aku biasa aja ya?), dia pahlawan  banget, perhatian banget, dan misterius juga. Tolong garisbawahi misteriusnya.
pict source
Ohya, Alien di sini bukan kayak di kartun animasi yang mirip monster, hijau, dan makan otak manusia. Tapi, kayak The Host-nya Stephanie Meyer gitu, hidup parasit pada manusia. Jadi, aliennya menyusup ke bayi dan tinggal di sana, tidur, dan saat usia lima tahun, alien itu bakal bangun. Cuma bedanya kita gak dikasih tau bentuk aliennya gimana, nggak kayak The Host. 

Di halaman 36, ada kata tampon. Karena penasaran aku jadi cari ke google, dan ternyata he-he-he *malu sendiri, padahal itu keperluan cewek, tapi wajar dong gak tau! Aku kan gak pake itu ._.*

Seperti aku bilang, plotnya makin kesana makin keren. Penggunaan kalimatnya, pengaturan katanya juga unik. Detail. Ketidakpastiannya juga dapet banget.

Peraturan Pertama: JANGAN PERCAYA PADA SIAPA PUN.

Tuesday, 15 July 2014

Selamat Datang, Cinta

Judul: Selamat Datang, Cinta
Penulis: Odet Rahmawati
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: Oktober 2013
Tebal: 232 hlm.
ISBN13: 978-979-780-667-5


Bisakah kau berhenti bersedih?
Lalu, lihat aku yang selalu bersamamu.
Bisakah berhenti memunggungi masa depan?
Percayalah, semua akan baik-baik saja selama kau bersamaku.
Kau butuh kepercayaan untuk membunuh semua keraguan.
Dan aku... membutuhkan kesempatan untuk mengajakmu bahagia di hari selanjutnya.
Kurasa, ini waktu yang tepat untuk berpindah hati.
***

Astaga, pertama kalinya aku ngasih rating dengan hanya bintang satu ._.
Tapi beneran deh, aku kecewa banget sama isinya.
kenapa? eem, sebelumnya mau minta maaf dulu, karena tulisan ini kayaknya bakal menyebalkan. Maaf ya._.

Oh, sama mau ngasih tahu, yang aku suka dari penulis adalah, beberapa diksinya bagus dan judulnya juga manis.

Yaudah gitu aja, sekarang mulai ya?

Penempatan tanda baca yang tidak sesuai. Pas nemu beberapa kali--euh tepatnya banyak--tanda baca salah tempat, aku langsung mikir ini proofreadernya gimana sih? nilai bahasa Indonesia pas sekolah sebegitu jeleknya ya? sampai bertebaran tanda baca yang gak perlu? hehe maaf emosi ._.

Terlalu banyak narasi. Bah! Awal-awal sih masih nerima-nerima aja. Tapi kalo dicekokin terus sama narasi? Mati bosan. Narasinya tuh nyebelin, ada yang sengaja diulang, nggak spesifik sama persis sih, tapi intinya sama aja, muter-muter gitu deh, diilangin juga bisa deh kayaknya. Terus ceritanya juga jadi berkesan lambat, penuh aja semua sama narasi, bikin males baca. Hasilnya? di pertengahan aku langsung baca skimming-skipping.

Karakternya gak menarik. Dibikin simpati sama masalah mereka pun nggak, malah sebel dengan alasan mereka nyemplung di masalah itu. Apalagi Alona, dia tuh susah beranjak dan lama berkubang di narasa-tentang-perasaannya yang gitu-gitu aja.

Penyelesaian masalahnya kok sederhana banget ya? Mending kalo sederhananya bagus, ini sih biasa aja. Baik masalah Bastian: kabur dari ayahnya yang keras->si ayah nyamperin->selesai, maupun masalah Alona: nangis2, gak bisa move on dari Galih->dapet surat dari galih->selesai. Udah, gitu aja. Lama sama pergolakan batin yang yang ngubek-ngubek di situ-situ aja.

*ini subjektif* Sebenernya kurang srek sama sampulnya. Kakinya kok gak bagus ya? mending jangan foto kaki deh, diinjek segala pula, ngingetin aku sama salah satu mitos *plak*. Tapi beneran, nggak sebagus cover novel-novel Gagasmedia yang lain.

Berasa baca nonfiksi kumpulan nasihat. Loh! Iya, novel itu kan biasanya ngasih pesannya agak tersirat gitu kan ya. Nah, ini mungkin sengaja supaya quotenya banyak jadi ya begini ._.

Penulis kurang teliti nih, ada di halaman 89 si Bastian matiin hp tapi halaman 93 tiba-tiba asyik mainin hp, Bah! 

Yaah, intinya bukan seleraku banget. Maaf ya mbak Odet.

Thursday, 3 July 2014

A World Without Hero (Beyonders #1)

Judul: Dunia Tanpa Pahlawan (Beyonders #1)
Penulis: Brandon Mull
Penerbit: Nourabooks
Terbit: November 2013
Tebal: 590 hlm.
Genre: Fantasi, Magic
ISBN: 978-979-433-719-6

Sinopsis dari Goodreads:

Denting musik muncul dari air … dari arah kuda nil yang terbenam. Melodinya asing, dengan berbagai harmoni dan melodi tandingan yang saling menjalin …. Tiba-tiba makhluk pemalas itu menyerbu dengan mulut menganga, dan denting musik terdengar lebih keras daripada sebelumnya.

Sebelum Jason sempat bereaksi, tangannya sudah mencengkeram lidah yang lengket itu dan wajahnya meluncur di permukaan yang berminyak … melaju di sepanjang terowongan yang gelap dan licin.

Dalam penderitaannya, musik itu terdengar keras sementara Jason meluncur di sepanjang koridor yang lembap. Dia berusaha berpegangan pada kedua sisi terowongan untuk memperlambat lajunya, tetapi gagal, hingga sekonyong-konyong lengan dan kepalanya muncul dari celah sebatang pohon sekarat, dekat sebuah sungai yang diapit tumbuhan pakis.

Dan dia pun tiba di sebuah negeri tanpa pahlawan. Negeri yang telah ditutupi kegelapan seorang penyihir jahat yang menghantui seluruh kota. Sebuah negeri bernama Lyrian yang akan membawanya dalam petualangan epik penuh tantangan.

****

Pertama liat novel ini langsung mupeng gara-gara: (1) Brandon Mull cuy! Masih inget seri fablehaven? yap, aku suka banget seri itu makanya aku gak ragu minta ini novel ke kakak aku, hehehe. (2) Dapet rekomendasi dari temen-temen PNFI dan di goodreads juga seru pada mau baca ini. (3) Bahkan Rick Riordan, penulis Percy Jackson seri itu juga bilang ini bagus.

Dan, akhirnya, sampailah kakak aku ngasih ini buku. Gak sabar, aku langsung baca dan *maafkan kebiasaanku* aku tiba-tiba keinget Narnia, soalnya sama-sama masuk ke dunia-bukan-bumi. Tapi cara masuk si Jason ini unik banget, masuk ke mulut kudanil! Astagah, kebayang lengketnya, hehehe. Makin buka halamannya, makin aku tenggelam aku sama tulisannya.
Jason ini orang bumi biasa, yang semua keluarganya dokter gigi, makanya dia juga terpaksa harus jadi dokter gigi, tapi sebenernya dia suka dunia hewan, makanya dia magang di kebun binatang, dan saat tak terduga itu pun datang. Dia jatuh dan ditelan kudanil, kemudian muncul di dunia Lyrian.

Ternyata, Jason ini emang dipanggil karena masyarakat sana bahkan sudah merelakan banyak jiwa untuk mendatangkan pahlawan. Tapi Jason bukan pahlawan, dia cuma pribumi yang ingin balik ke bumi, dan satu-satunya cara itu dia harus ketemu Maldor, satu-satunya penyihir yang masih hidup dan terkenal sangat kejam, dan kali aja dia tahu portal kembali ke bumi. Dan untuk berhadapan dengan Maldor, Jason harus jadi musuhnya, dan dia juga berkewajiban mengumpulkan kata yang diyakini bisa menghancurkan Maldor. Cerita lengkapnya, baca sendiri! Ohya, Jason punya pasangan pahlawan, namanya Rachel.

Alurnya rapi, Jason dari satu tempat ngambil satu suku kata, itu juga gak sembarang ambil, selalu ada tantangannya, dan setiap tempat itu unik dan menarik makanya aku gak bosen bacanya, dua hari cukup. 

Humornya asyik, karakternya seru, makhluk-makhluk ciptaannya keren! kayak Amar Kabal dan Pemindah, you have to read it, if you wanna know what are they ._. Yang pasti, mereka menarik! Apalagi Ferrin, dia lovable banget, sayang dia teguh sama pihaknya-_-

Pas Bab 'Pythoness', aku udah dibuat penasaran sama peramal satu ini, sayang, yang ada cuma anaknya, Corinne, tapi kenapa subbabnya masih nama peramal itu, bukan anaknya ya? ._.
Oh, aku juga baru tahu ternyata orang Lyrian bilang bumi itu Beyond, jadi bisa disimpulkan bahwa Beyonders adalah orang bumi.

Menjelang akhir tegangnya beneran dapet. Apalagi akhirnya yang uh-oh kok bisa gitu sihhh? Jadi pengorbanan jason itu cuma.........aahhh, mana buku dua, MANA? mana uang, MANA? OH! ternyata itu yang bikin Galloran begitu, pantes aja sih dia tetep gak tahu, orang dia buta. Bahh.

Bagian favoritku: waktu Jason linglung di negeri terbenam, terus ketegasan Jason di Harthentam, dan waktu Jason, dalam pengaruh bisa ular, bilang apa saja ketakutannya, ngakak berat aku di sana, wkwkwkkw.

Ini ada video yang cukup menggambarkan gimana ceritanya Beyonders, keren, minus orangnya ya, aku kurang impressed, hehe ._.
Ohya, di pertengahan aku sempet nanya, Brandon Mull bikin side story buat Galloran gak ya? aku penasaran soalnya sama dia._.

ehm, aku suka cover Mizan dibanding yang asli ._. Dan terakhir, kok sinopsis di belakang bukuku beda dari yang di goodreads ya? Soalnya yang aku ini:

Sang Pangeran bergayut dalam kegelapan ... belelenggu kuno pada rantainya menggigit pergelangan tangannya ... Di kejauhan dia mendengar suara jeritan teredam yang bergaung menggelisahkan. 
Selama ditawan, dia disiksa habis-habisan. Namun, apa pun siksaan yang dideritanya, apa pun pertanyaan yang telah mereka ajukan, dia belum menyampaikan sepatah kata pun. Dan, tak sekali pun dia menjerit kesakitan. Entah racun apa saja yang sudah dijejalkan ke dalam kerongkongannya, tapi segala upaya mereka untuk mengeruhkan benaknya dan memperlemah tekadnya gagal. Sang pangeran hanya fokus pada satu hal: diam. 
Dia hanya akan bicara satu kali, yakni sebuah kata kunci Edomic sejati, mantra mematikan. Dia hanya akan berbicara pada satu orang: sang Kaisar. 

Wednesday, 2 July 2014

Dirty Little Secret


Judul: Dirty Little Secret
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia
Terbit: Januari 2014
Tebal: 336 hlm.

MEET THE HERO

Ben Barata. Sukses dengan kariernya dan berkehidupan mapan, tapi masih merasakan kekosongan dalam hidupnya. Dan dia yakin kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Jana, cewek yang menghilang tanpa jejak setelah hatinya dia injak-injak bertahun-tahun yang lalu. Dia bertekad untuk bertekuk lutut meminta maaf dan mendapatkan kesempatan kedua dengan Jana... Namun, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa membuat Jana mengambil langkah seribu ketika melihatnya?

MEET THE HEROINE

Jana Oetomo. Ibu dari sepasang anak kembar yang bandelnya setengah mati dengan sebuah rahasia yang memberikan definisi baru pada ungkapan “skeletons in the closet”. Namun sepertinya rahasia itu tidak bisa tetap terkubur, terutama ketika Ben, orang terakhir yang dia inginkan mengetahui rahasia itu, tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dan dia lebih baik mati daripada membiarkan Ben dekat-dekat dengannya lagi.

**********

empat bintang buat Erga dan Raka!!

Whoaaa, si kembar Erga sama Raka lucu banget, ekstra lucu, ngegemesin! Aku emang selalu suka sama anak kembar, apalagi yang identik, apalagi laki-laki, ngegemesinnya super! Yang jarang adalah biasanya nama anak kembar kan deket-deket gitu ya, paling beda huruf tapi ini nggak, Erlangga sama Raka, gak ada sama-samanya, wkwkkw.

Jana Oetomo juga seorang ibu yang baik dan *kayaknya* gak pernah marah dengan semua kegilaan yang dilakuin si kembar. Humor di sini cukup banyak dan kebanyakan karena ulah si kembar yang *lagi-lagi* sangat lucuuuuu!!!

Ben Barata, well, selama delapan tahun dia gak bisa lupain Jana, dan masih aja ngejar-ngejar Jana walau Jana udah mencoba menjauh. Cowok yang gak boleh disia-siain bro! Cool.

Yah, pokoknya karakter di sini menarik-menarik. aku suka.

Ngomong-ngomong tentang Jana, Jana ini temennya Adri dkk kan? Tapi di sini gak terlalu menekankan mereka, lebih fokus ke kehidupan Jana-Ben aja. 

Konfliknya sebenernya sederhana, cuma dikemas dengan cantik dan menarik, aku sendiri nyari-nyari konflik yang bakal 'wah'nya dan gak nemu, aku cuma nemuin konflik yang 'agak wah'. tapi tetep aja menarik. Gak tau deh pake sihir apa si penulis ini, mueheheh.

Kayak novel lainnya, si tokoh pasti beberapa kali ngomong pake bahasa inggris dan yang bikin berkesan adalah saat aku sempet-sempetnya liat kamus untuk nemuin apa itu wrestling dan artinya adalah=gulat. well, kalo misalkan si Jana ini bilangnya ke aku, pasti keningku langsung berkerut dan nanya 'apa?'. Duh, berasa bego banget. Untung aja itu bukan aku! buehehhehe. *ini kenapa jadi bahas aku?*

btw, itu covernya gitu amat ya? covernya kurang keren ah. tapi warna birunya suka, cuma aku berasa kosong aja yang ada cuma koper yang gak menarik ._.

prolog dan epilog buku ini sama-sama semacam note gitu yang dari pov Jana, dan itu bikin aku greget karena aku masih belum puas sama kelanjutan happily ever after mereka! aku masih pengen baca tentang mereka, dan aku masih pengen ngebaca kelucuan si kembar! hff. Well, emang pasti ketebak pas awal baca endingnya bakal kayak gimana, tapi kan aku mau detail! Apalagi sama dua bocah menggemaskan di  dalamnya. *yaampun Erga sama Raka bikin aku jatuh cinta banget*

Ophelia by Millius
Lukisan ini sempet dibahas waktu Ben nemuin ini lukisan ini di kamar tidur Jana yang menurutnya mengerikan, ngeliat lukisan ini sebelum tidur, calon istri Hamlet yang meninggal tragis di Hamlet-nya Shakespeare. Dan kayaknya aku setuju deh sama dia ini ceweknya nakutin tahu! Perbesar deh sam kalian ._.

Guilty Pleasure

Judul: Guilty Pleasure
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Gagasmedia
Genre: Adult
Terbit: April 2014
Tebal: 410 hlm.
ISBN 9797807134 (ISBN13: 9789797807139)

BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA.

MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI.


Dear pembaca,


Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda.


Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?


Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa... 


selamat jatuh cinta.


CHRISTIAN SIMAMORA

*******

it isn't full three star. maybe two point five.


J kali ini adalah Julien Ang, orang kaya dengan berumur kepala empat, gak bisa move on setelah sekian tahun dan stuck dengan memuja orang yang sudah meninggal. Ugh! it's so uncool! Untungnya ada Devika Kirnandita, TV Bitch yang judul filmnya bikin geli semua, yang buat J satu ini sadar.

Judulnya menggigit, ngegambarin banget perasaan keduanya, terutama Julien deh kayaknya. 


well, aku emang baru baca Jeth di Good Fight aja tapi, mungkin karena faktor usia kali ya, i prefer to Jeth. Julien gak bisa ngalahin kekerenan Jethro Liem. Daaann, Jeth juga sempet dibahas sekilat lho! 


Aku selalu suka kalimat tiap bab baru, baik kutipan Bang Chris sendiri atau kutipan serial TVnya yang semuanya ngena, jeez. Dan ngomong-ngomong aku nemu gaya bahasa yang agak aneh dan bukan bang Chris banget pas nemu kata 'kau', menjelang akhir, menjelang keseriusan hubungan mereka, but noprob, it doesn't matter, aku tinggal ngubah aja tiap kata 'kau' jadi 'kamu' *plak, maksa amat gua*.  Selain yang itu aku suka gaya bahasa abang satu ini kayak ehr-mehr-gehrd (bener gak tuh nulisnya?). Ha-ha tapi beneran itu bikin aku ngebayangin ekpresi yang pas dan malah jadi #unyu hehehe


Well, walaupun kurang suka sama tokoh cowoknya, aku suka tokoh ceweknya, Devika, si makhluk baik dengan muka jutek satu ini cool enought dengan *seperti biasa* branded atau nama-nama orang fashion yang aku hanya ngeh sedikit dari sekian banyak. *poor me, masa kalah canggih dari bang Chris?* Dan yang mengganggu adalah povnya, kita tiba-tiba diajak ke sudut pandang Dev, terus ke Julien, terus ke orang lain tanpa ada tanda, cuma beda paragraf doang, well, beberapa ada sih tapi gak semua, dan itu bikin gemes nyebelin, jadi kurang nikmatin ceritanya pas ada kejadian begitu. Jeez.

btw, aku udah tujuh belas tahun dan ini buku adult, really-really adult, kehidupan mereka juga dewasa.  Udah keliatan dong dari cover, cowok keren dan seksi *i dont believe i word this to you*. Tapi langsung kecewa liat bonus paper dollnya yang yaampun, itu mah sama sekali nggak ganteng atau cantik atuh! Jauh dari cowok di cover pula! Well, selera orang beda-beda. Jadi pas ngebayangin si Jules, aku lebih baik bikin imajinasi sendiri daripada ngikut yang di paper doll. Dan rambut garam merica? aku baru tahu itu maksudnya ubanan, uh-oh.

You-know-who, sebelum baca ini novel aku ikutan blogtour-nya Gagasmedia, eits salah, aku emang sempet ikutan tapi buat #Interlude bukan #GEPE dan unchoosen-_- tapiiii beruntungnya aku dapet giveaway novel ini *terima kasih pada Mbak Winda dan Gagasmedia setelah sekian banyak aku mengarungi giveaway untuk kedua novel yang disebutkan, akhirnya nyantol juga yang satu ini *hiyaa party* back to topic, jadi, pas aku ngikutin itu blog tour, aku jadi bisa nebak-nebak ceritanya, so, akhirnya pas baca aku kurang surprise dan berasa flat. Duh! 

Satu lagi-satu lagi, setelah baca aku tetep clueless apa itu artinya PUPUNEWE CIWIKEKE di halaman-halaman sebelum cerita, anyone know?

Tuesday, 13 May 2014

The Titan's Curse (PJO #3)

Judul: The Titan's Curse (Percy Jackson and the Olympians #3)
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit: September 2013
Tebal: 397 hlm.
ISBN13: 9786021606209

Seorang akan menghilang ...
Kutukan bangsa Titan harus seorang hadapi ...

Dan, seseorang akan binasa di tangan salah satu orangtuanya ...

Sesosok monster purba yang telah punah hingga ribuan tahun kini bangkit-monster yang dikabarkan sebagai pembawa kiamat bagi dewa-dewi Olympia. Sementara Artemis, satu-satunya dewi yang tahu cara melacaknya, menghilang tanpa jejak.


Kini, Percy dan teman-temannya, bersama para pemburu Artemis, hanya memiliki waktu satu minggu untuk mencari dewi yang hilang dan memecahkan misteri monster yang tengah diburu. Percy mengawali misi ini dengan dibayangi oleh tantangan paling berbahaya yang pernah dihadapi: ramalan mengerikan sang Oracle mengenai kutukan bangsa Titan. 

***

manticore, pict source: here
4, 5 bintang ajadeh, kenapa gak langsung 5? karena aku gak suka cover ini -_- oke aku egois, maaf. Aku nemu ini tobuk, gak ada yang versi dulunya jadi ya mau gak mau yang ini. Tapi gak papa lah, ceritanya memuaskan kok! malah lebih seru dibanding yang pertama atau yang kedua. itu menurutku yaaa.
*

Ohiya, di sini kan Thalia udah hiduuuppp dan bersama Annabeth serta Percy pergi ke sekolah militer menjemput Grover. Grover di sana nemuin kakak beradik blasteran yang bakal mereka bawa ke perkemahan. Dan tiba-tiba ada Manticore nyerang! Terus dateng juga Artemis dan para pemburunya. 

Blasteran itu adalah Bianca dan Nico Di Angelo. Sayangnya, pada misi penyelamatan itu Annabeth ikut menghilang bersama Manticore, dan Dewi Artemis juga segera pergi karena mencium bau monster yang sangat kuat! Para pemburunya, Percy, Thalia dan Grover kembali ke perkemahan. Oya, ngomong-ngomong tentang Di Angelo, Bianca ditawari jadi pemburu dan NICO sengaja dicapslock abisan di akhir dia bikin khawatir, grrr karena dia cowok jadi gak mungkin jadi pemburu, alhasil dia jadi blasteran biasa.

Di Perkemahan Blasteran, mereka dapet misi, gak nyangka banget orang-orang yang dipilihnya, kok bisa si *tuttt* nggak ikut? Tapi setelah dibaca, oohhh ternyata seperti itu. bingung ya? haha takut spoiler ah, ntar pas baca kalian malah gak seru lagi.
***
pict source: here
Pertama baca ini, aku nyari ramalannya dulu! hahaha tapi emang penasaran ramalan sekarang apa yaaa? Dan gak nyangka banget cara penyampaian ramalannya, unik.

Humor di sini lebih bagus, ada yang bikin aku gak berenti ketawa, waktu Zoë Nightshade dengan bahasa jadulnya. Suka geli sendiri kalo dia bilang engkau atau dikau. Terus yang di Bendungan Sialan juga! haha dia kocak banget, setuju deh sama Thalia. Thalia juga walau awalnya nyebelin makin kenal makin melunak hatiku, hahah lebay banget si yustie! 

Di sini lebih banyak dikenalin sama Dewa-Dewi Olympia, muncul Apollo dewa Matahari (yang sedang tergila-gila sama haiku), juga adiknya Artemis (Oh, dia ini anti cowok banget ya-_-), terus ada juga Aphrodite dewi cinta (Lucu deh liat Percy yang mulai ada "rasa" sama Annabeth, hehe), dan Pan yang hanya memunculkan segi  alam liarnya(kayaknya Pan berperan penting banget deh kayaknya, kayaknya). 

Oya, ada juga Rachel Elizabeth Dare yang aneh, dia lucu banget! Dan Bessie si ophiotaurus, imut deh aku ngebayanginnya. Oh! Dewa Anggur, yap Pak D di sini keren loh! Dia kayaknya baik cuma gengsi ajadeh kayaknya, wkwk.

Teruuusss, aku juga suka pemilihan subjudul yang dipake Om Riordan, hehehhe. Kreatif dan unik.  Penerjemah juga keren! gaya bahasanya bagus dan ngalir walaupun beberapa sedikit agak kurang sreg._. Dan di sini banyak typo -_-
pict source: here
Thalia (pegang perisai medusa), Percy (yg pegang perisai satunya lagi),  Annabeth (yang ditengah perce dan thalia), Bianca (pake topi ijo), Zoe (yg pegang busur arc), Nico (yg ditengah, matanya gak ada), Grover (paling atas bawa cangkir kopi), Artemis (cewek rambur merah), Apollo (cowok rambut merah).

Sunday, 11 May 2014

The Sea of Monsters (PJO #2)

Judul: Lautan Monster (Percy Jackson and the Olympians #2)
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 380 hlm.
Terbit: Oktober 2013
ISBN13: 9786021606216


Meski berhasil mengembalikan petir asali Dewa Zeus dan mencegah perang besar antara para dewa Olympus, Percy Jackson masih belum bisa hidup dengan tenang.


Hampir setiap malam, pesan lewat mimpi datang, menyiratkan sahabatnya, Grover, sedang dalam bahaya. Teman barunya, Tyson, seorang anak tunawisma berbadan besar yang tingkahnya seperti anak kecil, selalu mengikuti ke mana pun Percy pergi. Dan, tiba-tiba, Annabeth muncul di sekolah barunya membawa berita buruk: Perkemahan Blasteran--satu-satunya tempat perlindungan bagi para anak setengah dewa--terancam dikuasai para monster.



Demi menyelamatkan Perkemahan Blasteran dan menemukan Grover, Percy harus mengarungi Laut Para Monster, sebuah tempat mengerikan yang dihindari pelaut waras mana pun. Dan, dalam perjalanannya kali ini, ramalan yang dirahasiakan oleh Chiron dan para dewa dari Percy perlahan mulai terkuak.
***
pict source: here
Gak usah cerita lagi kali ya soalnya di sinopsis atas udah hampir mencakup semua, cuma paling aku mau kasih tau yang bulu domba emas. Iya, Grover ini dari awal buku udah ketahan di sebuah pulau yang subur gara-gara ada bulu domba emas, ceritanya si nyari Pan, cuma karena sama-sama magis jadi ya malah kebawa ke sini. Dan ngomong-ngomong perkemahan blasteran terancam bahaya soalnya pohon Thalia sekarat! Satu-satunya jalan yaitu bulu domba emas ini.
*
pict source: here
As always, berbeda dengan film. Suka deh sama tukang film yang gak terlalu terpaku tapi menghasilkan plot yang sama-sama ah-mai-zing, kekekeek. Aku seneng banget ada bedanya._. tentang letak Grover, kedatangan Aub-Bua Rebusarida (re: Abu-Abu Bersaudari), sama-sama menarik dan lucu, juga Tyson yang kalo di buku harusnya gede banget-_- ekstra gede padahal aku lebih suka dia kurus walaupun cuma satu mata, iya dia cyclops. dan benar, dia adiknya Percy. Yaampun Percy sodaraan sama monster baik! tapi yang aku sangat teramat heran adalah, kok Dewa Poseidon mau sih sama cyclops cewek? Gak banget gitu loh!!! Kenapa gak makhluk laut yang lebih kayak manusia dan cantik gitu? kenapa harus cyclops? hehe ampun Pak Pose *lgsg ditenggelamin

Di sini ada: Tantalus yang nybelin; kemunculan hermes yang unik; kejutan ayahnya Chiron; dan Clarisse yang kayaknya tertekan sama bapaknya, mungkin karena itu dia gak suka perce, tapi nyebelin banget dia di akhir, masih angkuh aja! huh!; bukan siapa-siapa juga kocak; Siren yang mengagumkan._.

Terussss, yang bikin bodor itu ada kapal yang tulisannya Dendam Kesumat Ratu Anne! hahaha, pas aku liat di versi inggrisnya ternyata Queen Anne's Revenge! Suka deh sama penerjemahnya, pemilihan katanya passsss.

btw, di novel kronosnya gak bangkit. 

The Lightning Thief (PJO #1)

Judul: Pencuri Petir ((Percy Jackson and the Olympians #1)
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit: Oktober 2013
Tebal: 436 hlm.
ISBN13: 9786021606223


Percy Jackson--dua belas tahun, disleksia dan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif)--hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya... lagi. Tetapi, itu hanya sedikit saja dari sekian banyak masalah yang menantinya. Monster-monster tiba-tiba menyerangnya. Dewa-dewi dari Gunung Olympus berebut mencarinya, sebagian melindunginya sebagian menyerangnya.

Masalah semakin rumit ketika Percy membuat seorang dewa marah besar. Petir Asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, membuat Dewa Tiga Besar saling menyalahkan dan memunculkan konflik besar di Gunung Olympus. Tanda-tanda akan terjadinya perang mulai terlihat, dunia terancam hancur. Percy pun dituduh menjadi tersangka utama pencurian dan penyebab perpecahan para dewa.

Kini Percy dan dua orang temannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mencegah terjadinya perang besar di Olympus. Namun, Percy harus menghadapi tantangan besar, sebuah kekuatan mengerikan yang lebih hebat daripada kekuatan para dewa sendiri.
***
pict source: here
spoiler alert!!

pict source: here
Entah kenapa waktu baca ini tuh, terus aja kepala aku ngebanding-bandingin sama filmnya. Dan beda! Aku udah bilang kan aku nonton filmnya dulu, baru baca ini, dan untungnya aku nyaman-nyaman aja. Malah lebih asyik._. 

Tapi walaupun beda, keduanya punya daya tariknya masing-masing.  Kalo disuruh milih, aku gak bisa, soalnya keduanya sama-sama keren! walau beda alur._.

Di buku yang ngasih petir itu Ares, sedangkan di film di perisai yang dikasih Luke! tapi emang Luke-Luke juga sih, cuma melibatkan dewa. Terus Poseidon juga nggak ngomong lewat bisikan ke Percy, ngingetin yang di kasino Lotus aja nggak! Tiga mutiara itu juga nggak diambil satu-satu di berbagai temapat, melainkan dikasih sama.....siapa ya lupa, pokoknya makhluk yang di bawah air deh, dia ngasihnya langsung tiga mutiara! Bagian akhir emang paling beda banget antara buku sama film, lebh puas sama bukunya karena lebih detail.

Di sini kita ketemu banyak 'Makhluk-makhluk baik' kayak centaurus (yang ini pasti tau, kuda+manusia disatuin), erinyes (penjahit takdir), Minotaurus (banteng), Dynosus (ini Dewa sih, masuk mkhluk gak ya? *ampun Pak D!), naiad, anjing kepala tiga, de-el-el, de-el-el.

Di sini juga lumayan nambah pengetahuan tentang dewa *yay!*  dan pas banget sama aku yang aku yang suka buku menyangkut dewa, terutama yunani!
pict source: here

Saturday, 10 May 2014

Unfriend You

Judul: Unfriend You: Masihkah kau temanku?
Penulis: Dyah Rinni
Editor: Nico Rosady
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: Juni 2013
Tebal: 286 hlm.
ISBN: 9780780648 (ISBN13: 9789797806484)

Aku adalah noda untuk dosa yang tak kulakukan.
Aku mencoba bertahan, berusaha mengerti; 

mungkin ada bagian dari dirimu yang tak bisa kuraih.

Namun, yang tak kunjung kupahami,

mengapa ada persahabatan yang menyakiti?

***



3,5 bintang.

tokoh yang menarik itu menurutku ya Aura. Dia baik banget sama Katrissa dan kayaknya emang baik. Sampai Priska datang dan bikin Aura jealous dan Aura berubah jadi monster mengerikan yang siap membunuh alias membully. 
Jonas (pacar Aura) ini sebenernya cool, sama kayak Katrissa atau Priska, aku juga naksir dia, sampe Jonas memalingkan wajahnya ketika Katrissa melihatnya, ugh! so uncool. Hancur sudah reputasi Jonas di mataku. apa hubungannya sama elo yustie utiw?

Oya, ngomong-ngomong karakter utama, Katrissa ini awalnya nobody yang jadi somebody. Berkat Aura, Katrissa yang itik berubah jadi Angsa. Ditemani Milani, yang dari awal aku juga gak suka type anak orang kaya menyebalkan banget. Mereka bertiga udah paling populer banget sekaligus mengerikan banget soalnya murid-murid sampe takut bermasalah sama Aura.

Nah, si Priska ini, yang kalo kata si Katrissa sih Winda masa lalunya, capeeeeeerrrrrrrr banget dan jujur aku juga gak suka *digampar. Dan gak tau itu perbuatan Aura atau emang bener Priska pas bagian dia dibully yang masalah twitter itu, dia membela diri dengan menyalahkan Katrissa. Ih, jadi gak simpati sama si korban bully ini deh! Tapi pas kesana sebenernya kasian juga, ckck. Gak nyangka bakal ada orang kayak Aura. 

Si Katrissa ini bertindak sebagai penonton, alias orang yang ngeliatin tukang bully sedang membully korban bully, heheheh. Tapi selang berapa waktu, dia gak jadi penonton lagi, tapi untungnya gak berakhir kayak sebelumnya. kalo gak ngerti berati aku berhasil tidak membocorkan spoiler, yeah._. Oya aku suka papercraft Katrissa, unik.


Aku mikir di kehidupan nyata ada gak ya? aku ambil contoh di sekolahku, tapi sekolahku adem ayem aja nggak ada yang sampe nyiksa begitu. Ini terlalu keterlaluan tapi mungkin aja terjadi. Cuma entah di mana bukan wilayahku, and yes! aku juga mendukung anti Bully!!!!!

Langit Lazuardi, tokoh cowok satu ini sebenernya baik, baik banget. Tapi nggak ada sisi menarik-menariknya. Dia terkesan biasa aja. Malah seruan Jonas *digebukin massa

Ceritanya sih, tersirat dan tersurat. Bagian akhir yang tersurat. Dan dikagetkan oleh Aura! Tuhkan emang Aura menarik, aku pengen tau kehidupannya tau gak seeehhh???? Kenapa gak ada kabar? Penulis mau buat kisah Aura gak ya? macem-macem kan kamu yustie!

Ngomong-ngomong soal cover, itu papercraft bunga ya? kenapa gak papercraft matahari aja sih? lebih nyambung sama cerita padahal loh, tapi ini juga bagus sih gambarnya, setidaknya warna matahari, hehe.
Gaya bahasanya lumayan tapi masih ada beberapa yang kaku tapi cukup okelah.

Friday, 9 May 2014

A Dash of Magic (The Bliss Bakery #2)

Judul: A Dash of Magic (The Bliss Bakery #2)
Penulis: Kathryn Littlewood
Penerbit: Noura Books
Tebal: 312 hlm.
Terbit: Agustus 2013
ISBN: 9789794338117


Rosemary Bliss rela melakukan apa pun untuk mendapatkan kembali Buku Resep ajaib milik keluarganya. Maka, dia menerima tantangan Bibi Lily untuk mengikuti kompetisi masak internasional di Paris. Jika Rose menang, Bibi Lily akan mengembalikan bukunya. Jika tidak, maka buku itu akan hilang selamanya. Didampingi keluarganya, kakek buyutnya, seekor kucing sarkastik, dan tikus Prancis, Rose berjuang demi menciptakan masakan spesial yang bisa membuatnya jadi pemenang. Bersama Ty dan Sage, Rose pun berkeliling Paris demi mendapatkan bahan-bahan ajaib: Rahasia Senyum Monalisa, Dentang Lonceng Notre Dame, Bisikan Kekasih, sampai Hujan Murni dari Puncak Eiffel.

Rose benar-benar tidak boleh kehilangan Bliss Cookery Booke untuk kedua kalinya!

***
cover terbitan luar, keliatan sama tapi beda loh!
Terdapat kesalahan di sinopsis yang aku copy dari goodreads itu, di sana disebutin 'dia menerima tantangan bibi Lily' yang kalo di buku adalah Rosemary yang menantang bibi Lily. ck. 

Selepas booke itu diambil alih oleh bibinya, Lily. Calamity Falls, tempat toko kuenya yang biasa membuat orang-orang ceria berubah jadi biasa dan tak bersemangat. Dan Rosemary family berusaha untuk mengambil kembali booke itu. Dia dibantu kakek buyutnya yang punya salinan booke dalam bahasa yang cuma kakek buyut yang ngerti. Di sini juga ada kucing dan tikus yang bisa bicara.

Mereka terbang ke Paris, dan halaman-halaman berikutnya dilalui dengan pengumpulan bahan, pertandingan dan usaha pencurian. Ceritanya terlalu biasa, malah condong ke menyebalkan._. gini ya,

satu. pertandingannya aneh, gak masuk akal, gini deh, masa di pertandingan yang udah mendunia dan diliput tv, pesertanya sebegitu gak mempersiapkannya cuma karena waktu yang diberikan kurang, cuma sejam tapi masa chef profesional bisa sebegitu salahnya sih? Kalo yang salah denger sih masih oke dan cukup menarik walau turut prihatin, heheheh.

dua. sebel banget sama Rose yang berkali-kali, aku tekankan sekali lagi, BERKALI_KALI ngajak sodaranya untuk nyuri booke ke lantai fantasi tempat Lily nginep di hotel. grrrr, pengen najong rasanya._. gak suka banget sama tokoh Rose di sini, pesimis banget, males jadinya, ekstra nyebelin banget deh.

untung ada Leigh yang kesihir, yang ngebuat dia jadi dewasa banget dan tau sejarah serta seni di dunia. Menarik banget, lucu banget Leigh ini! gemeessss, coba gak ada Leigh udah deh langsung aku kasih satu bintang. Tapi karena ada dia jadi nambah setidaknya jadi dua bintang.

Ty, masih tetep sok kegantengan, Sage masih lumayan seru, kedua ortunya masih dikit berperan, kakek buyutnya lebih menarik tapi gak menarik-menarik amat. Kucing+tikusnya juga oke.

Rise of the Evening Star (Fablehaven #2)

Judul: Bangkitnya Bintang Malam (Fablehaven #2)
Penulis: Brandon Mull
Translator:  
Copy-editor: Rika Iffati Farihah
Proofreader: Tisa Anggriani
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit: Agustus 2011
Tebal: 508 hlm.
ISBN: 9789774336298


Saat membuka mata, dia terkejut mendapati bagian dalam kepompong diterangi oleh pendar hijau lembut, seolah cahaya tersebut menembus masuk dari luar. Kepompong tetap tenang tak wajar. Apakah Olloch sedang tidur? Kenapa tiba-tiba ada cahaya? Apakah cahaya tersebut menembus tubuh Olloch sekaligus kepompong?


Lima Suaka rahasia yang tersisa termasuk Fablehaven, kini terancam. Sebuah komunitas yang disebut sebagai Komunitas Bintang Malam ingin memusnahkan semua suaka. Kelompok itu mengincar artefak-artefak yang memiliki kekuatan istimewa. Artefak-artefak itu tidak boleh disatukan, karena kekuatannya dapat menghancurkan suaka-suaka yang masih ada. Dan dalam usahanya mengumpulkan seluruh artefak yang ada, komunitas Bintang Malam menculik Grandpa Sorenson yang dianggap mengetahui keberadaan artefak terakhir itu.


Demi menyelamatkan sang kakek, Kendra dan Seth berjuang untuk bisa lebih dulu menemukan artefak tersebut. Bersama dengan Vanessa si ahli Mahluk Magis, mereka berusaha menemukan artefak tersebut. Namun, dalam perjalanan pencarian artefak itu, Vanessa ternyata berkhianat. Pada siapakah Vanessa berpihak? Mampukah mereka menemukan artefak tersebut dan menyelamatkan suaka serta kakek mereka?
***
Aku selesai baca ini April kemarin, cuma gak tahu kenapa mood bloggingku lagi jelek jadi postingannya telat. Padahal bukunya juga udah telat banget ya? 2011 gitu loh? kakak aku aja bilang ini buku terbit pas Mizan belum di Bandung. Aku dapetin novel ini dari toko buku online, itu pertama kalinya dan kebetulan mizan ngadain 6th book fair so buku ini harganya kurang dari 50% buku aslinya. beruntung banget kan? gak tanggung-tanggung aku beli langsung sampe buku keempat, buku kelima nggak soalnya diskonnya dikit dasar modal diskon dan lagian uang hasil giveaway dari PNFI cuma 100rb, dan nambah 12ribu untuk dapetin 3 novel fablehaven ini, oh indahnya dunia! wkkwkwkw
****
Balik lagi ke Kendra dan Seth. Kendra yang setelah di fablehaven pertama, (kamu bisa buka reviewku di sini) yang dicium sam peri-peri itu jadi berkelanjutan bisa liat makhluk magis tanpa bantuan susu, sekarang melihat goblin jelek di sekolahnya. Seth sih nggak bisa liat, soalnya yang keliatan itu malah cowok ganteng! Naah, si Kendra ketemu Errol yang ngebantu mereka berdua untuk mengusir goblin itu. eehh, tanpa disangka-sangka Errol ini ternyata musuh!!!!! untung Vanessa, orang yang dipercayai grandpa Sorenson menjemputnya ke suaka rahasia. 

Berdua dengan Seth, Kendra belajar dari Coulter (sahabat kakeknya, ahli benda magis), Tanu (ahli ramuan, rekomendasi Spinx), dan Vanessa (ahli makhluk magis, rekomendasi Spinx). Mereka membantu untuk menemukan artefak yang disimpan tersembunyi di suaka mereka, kenapa dicari? karena takut dicuri dan disalahgunakan oleh Perhimpunan Bintang Malam yang semakin lama semakin mengancam.

Ohya, siapa Spinx itu? Dia orang biasa berkekuatan magis(?), bukan kucing yang pertama kali terlintas di kepalaku, hehe. 

Nah, ternyata dari ketiga orang yang membantu Sorenson family untuk menemukan pusaka atau artefak di suakanya, satu orang adalh pengkhianat! who is he/she? Dan dapatkah mereka menyelamatkan suaka serta menemukan artefak itu? apa artefaknya? 
***

asalnya mau 4 bintang, tapi pas baca bagian akhir jadi nambah 4,5 bintang deh. asli bikin tercengang di surat Vanessa. Bikin penasaran banget!! gak sabar pengen baca yang selanjutnya! tapi sayang bukunya ketinggalan di rumah (pas baca ini lagi liburan jadi bawa bukuu dikit, eh taunya kurang-_-)



awal-awal cerita emang biasa aja, tapi kesananya menarik banget dongg! ada, Olloch, si patung yang bakal bangun kalau ada yang ngasih makan biskuit dan jadi patung lagi kalo udah berhasil memakan orang yang membangunkannya. Terus ada vampire jangan bayangin Edward, karena ini luar biasa berbeda, terus ada kucing 9 nyawa, revenant yang kalo kamu berada di dekatnya akan sangat merasa ketakutan sampai jatuh tak bisa bergerak, dan lain sebagainyaaaaaaaaaa.


Di awal secara nggak langsung, penulis ngasih sedikit gambaran di buku pertama, mungkin untuk yang lupa, tapi beneran deh bukunya dia mah susah dilupain. Apalagi Lena! Disini Lena cuma dikit dan hasilnya untuk kendra tetep nihil, Lena tetep jadi naiad._.


awalnya aku curiga Tanu pengkhianatnya, tapi ternyata......................................... hehehe


Oya, di depan dikasih tau 'ketidaktahuan bukan lagi perlindungan' dan pas awal baca kan si ortu kendra + seth ini ditinggalin dan dianggep bisa bebas dari anceman. Nah kata2nya nggak singkron kan? tapi pas halaman berikutnya pas Kendra+seth udah di suaka rahasia, si nenek yang udah berubah jadi ayam langsung bilang kalimat itu ditambah 'untuk kalian berdua'. Oh! ini baru masuk akal. hehehe *apacobaakuuini?



waktu kendra ketemu liliput seru. terusss, ini kayaknya lebih berat ke tokoh Kendra ya? banyak banget dianya. Di sini tetep ngeliatin Seth yang berani dan nekat, untungnya kali ini berhasil! yeaa! Kendra juga semakin unik dengan kemampuan-kemampuan barunya. Dan ngomong-ngomong pas Kendra ketemu Warren juga seru, haha. aku ngebayanngin si albino ini ganteng *plak!

overall, ceritanya tetep keren, menarik dan mengesankan juga bikin penasaran!