Sunday, 11 May 2014

The Sea of Monsters (PJO #2)

Judul: Lautan Monster (Percy Jackson and the Olympians #2)
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 380 hlm.
Terbit: Oktober 2013
ISBN13: 9786021606216


Meski berhasil mengembalikan petir asali Dewa Zeus dan mencegah perang besar antara para dewa Olympus, Percy Jackson masih belum bisa hidup dengan tenang.


Hampir setiap malam, pesan lewat mimpi datang, menyiratkan sahabatnya, Grover, sedang dalam bahaya. Teman barunya, Tyson, seorang anak tunawisma berbadan besar yang tingkahnya seperti anak kecil, selalu mengikuti ke mana pun Percy pergi. Dan, tiba-tiba, Annabeth muncul di sekolah barunya membawa berita buruk: Perkemahan Blasteran--satu-satunya tempat perlindungan bagi para anak setengah dewa--terancam dikuasai para monster.



Demi menyelamatkan Perkemahan Blasteran dan menemukan Grover, Percy harus mengarungi Laut Para Monster, sebuah tempat mengerikan yang dihindari pelaut waras mana pun. Dan, dalam perjalanannya kali ini, ramalan yang dirahasiakan oleh Chiron dan para dewa dari Percy perlahan mulai terkuak.
***
pict source: here
Gak usah cerita lagi kali ya soalnya di sinopsis atas udah hampir mencakup semua, cuma paling aku mau kasih tau yang bulu domba emas. Iya, Grover ini dari awal buku udah ketahan di sebuah pulau yang subur gara-gara ada bulu domba emas, ceritanya si nyari Pan, cuma karena sama-sama magis jadi ya malah kebawa ke sini. Dan ngomong-ngomong perkemahan blasteran terancam bahaya soalnya pohon Thalia sekarat! Satu-satunya jalan yaitu bulu domba emas ini.
*
pict source: here
As always, berbeda dengan film. Suka deh sama tukang film yang gak terlalu terpaku tapi menghasilkan plot yang sama-sama ah-mai-zing, kekekeek. Aku seneng banget ada bedanya._. tentang letak Grover, kedatangan Aub-Bua Rebusarida (re: Abu-Abu Bersaudari), sama-sama menarik dan lucu, juga Tyson yang kalo di buku harusnya gede banget-_- ekstra gede padahal aku lebih suka dia kurus walaupun cuma satu mata, iya dia cyclops. dan benar, dia adiknya Percy. Yaampun Percy sodaraan sama monster baik! tapi yang aku sangat teramat heran adalah, kok Dewa Poseidon mau sih sama cyclops cewek? Gak banget gitu loh!!! Kenapa gak makhluk laut yang lebih kayak manusia dan cantik gitu? kenapa harus cyclops? hehe ampun Pak Pose *lgsg ditenggelamin

Di sini ada: Tantalus yang nybelin; kemunculan hermes yang unik; kejutan ayahnya Chiron; dan Clarisse yang kayaknya tertekan sama bapaknya, mungkin karena itu dia gak suka perce, tapi nyebelin banget dia di akhir, masih angkuh aja! huh!; bukan siapa-siapa juga kocak; Siren yang mengagumkan._.

Terussss, yang bikin bodor itu ada kapal yang tulisannya Dendam Kesumat Ratu Anne! hahaha, pas aku liat di versi inggrisnya ternyata Queen Anne's Revenge! Suka deh sama penerjemahnya, pemilihan katanya passsss.

btw, di novel kronosnya gak bangkit. 

The Lightning Thief (PJO #1)

Judul: Pencuri Petir ((Percy Jackson and the Olympians #1)
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit: Oktober 2013
Tebal: 436 hlm.
ISBN13: 9786021606223


Percy Jackson--dua belas tahun, disleksia dan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif)--hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya... lagi. Tetapi, itu hanya sedikit saja dari sekian banyak masalah yang menantinya. Monster-monster tiba-tiba menyerangnya. Dewa-dewi dari Gunung Olympus berebut mencarinya, sebagian melindunginya sebagian menyerangnya.

Masalah semakin rumit ketika Percy membuat seorang dewa marah besar. Petir Asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, membuat Dewa Tiga Besar saling menyalahkan dan memunculkan konflik besar di Gunung Olympus. Tanda-tanda akan terjadinya perang mulai terlihat, dunia terancam hancur. Percy pun dituduh menjadi tersangka utama pencurian dan penyebab perpecahan para dewa.

Kini Percy dan dua orang temannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mencegah terjadinya perang besar di Olympus. Namun, Percy harus menghadapi tantangan besar, sebuah kekuatan mengerikan yang lebih hebat daripada kekuatan para dewa sendiri.
***
pict source: here
spoiler alert!!

pict source: here
Entah kenapa waktu baca ini tuh, terus aja kepala aku ngebanding-bandingin sama filmnya. Dan beda! Aku udah bilang kan aku nonton filmnya dulu, baru baca ini, dan untungnya aku nyaman-nyaman aja. Malah lebih asyik._. 

Tapi walaupun beda, keduanya punya daya tariknya masing-masing.  Kalo disuruh milih, aku gak bisa, soalnya keduanya sama-sama keren! walau beda alur._.

Di buku yang ngasih petir itu Ares, sedangkan di film di perisai yang dikasih Luke! tapi emang Luke-Luke juga sih, cuma melibatkan dewa. Terus Poseidon juga nggak ngomong lewat bisikan ke Percy, ngingetin yang di kasino Lotus aja nggak! Tiga mutiara itu juga nggak diambil satu-satu di berbagai temapat, melainkan dikasih sama.....siapa ya lupa, pokoknya makhluk yang di bawah air deh, dia ngasihnya langsung tiga mutiara! Bagian akhir emang paling beda banget antara buku sama film, lebh puas sama bukunya karena lebih detail.

Di sini kita ketemu banyak 'Makhluk-makhluk baik' kayak centaurus (yang ini pasti tau, kuda+manusia disatuin), erinyes (penjahit takdir), Minotaurus (banteng), Dynosus (ini Dewa sih, masuk mkhluk gak ya? *ampun Pak D!), naiad, anjing kepala tiga, de-el-el, de-el-el.

Di sini juga lumayan nambah pengetahuan tentang dewa *yay!*  dan pas banget sama aku yang aku yang suka buku menyangkut dewa, terutama yunani!
pict source: here