Saturday, 5 April 2014

Kampanye Pemilu Bikin Mata sama Lingkungan Rusak


Loh, loh, ada apa tuh? Tiba-tiba ngomongin kampanye pemilu si gue? heheheh. Iyanih, pas tadi siang mau berangkat les, aku liat sepanjang jalan kenangan Cimahi (gak panjang juga sih) baik kanan maupun kiri ada banyyaaakkk banget bendera, baliho, poster, reklame, spanduk sebagai alat peraga kampanye. Dan aku perhatiin itu tuh malah bikin kumuh tempat itu. Mereka tuh asal tempel, gak pake seni, gak enak banget diliat sama mata. Main paku aja mereka di pohon, main lem aja mereka di pinggir jalan. Duh, Gimana mau milih caleg yang bagus kalau kebanyakan dari calegnya sendiri merusak lingkungan? Bukan contoh yang baik! hfff.
Terus selebaran yang suka dibagiin juga bertebaran di mana aja, bikin sampah di mana-mana. Padahal itu semua tuh darimana coba? dari lingkungan kan? Dari pohon. Masa ngorbanin sekian banyak pohon untuk produksi selebaran yang berakhir di tempat sampah? Masih untung kalo dipake bungkus gorengan. Gimana kalau bertebaran di jalan? Atau berakhir di pembakaran? Pembakaran itukan perlu oksigen, jadi malah ngurangin oksigen deh, terus ngehasilin karbon dioksida deh, bikin pemanasan global deh, penipisan ozon deh. Oh, coba balik lagi ke pohon yang jadi kertas, pohon darimana? Dari hutan, dan kalian tahu hutan itu makin lama makin berkurang. Mana Indonesia yang dulunya zamrud khatulistiwa? Sekarang? Gundul semua. 
Fyi, waktu kebakaran hutan di Riau itu katanya disengaja loh, buat apa? Buat usaha si perusahaan asing, jadi lahan itu dibeli sama mereka buat nanem tanaman apa gitu aku lupa. Terus ntar lahan itu dikerjain sama orang kita, mereka dikontrak 5 atau 10 tahun, semacam rodi lah, kalau mereka berhenti mereka harus bayar senilai yang orang asing mau bayar. loh, loh? bikin emosi bangetkan? errrgghh.

Back to Kampanye: Terus itu poster pemilu juga cuma mampangin foto ukuran gede, nama dan nomor. Lah? Apa informasi yang didapet? Tiba-tiba suruh coblos aja. Tapi mungkin wajar juga, soalnya kebanyakan dari mereka mampangin semboyan yang omong kosong, cuma tulisan tanpa bukti. Atau cara nyuap, mereka ngasih duit ke masyarakat asal mereka mau nyoblos mereka. Dan bego banget kalo masyarakat ngeiyain, masa mau pemimpin yang begitu sih? 
Ohya, masalah kampanye tadi (baca: bendera, baliho, poster, reklame, spanduk, dan selebaran kertas) mungkin aku lebih menghargai mereka yang berkampanye di tv, radio, sosmed dan lain-lain yang nggak perlu ngerusak ingkungan. Karena kita menyatu dengan lingkungan, kita butuh lingkungan yang bersih dan nyaman.

Sudah saatnya masyarakat Indonesia diwakili oleh orang-orang yang peduli pada lingkungan hidup di parlemen. (Maret 2014: Kepala Departemen Jaringan dan Pengembangan Sumber Daya Walhi - m.jurnas.com)

Oke, itu cuma unek-unek. Maaf kalo aku benar.

Wednesday, 26 March 2014

Divergent (Movie Adaption)

Sebuah Movie Adaption of Divergent novel by Veronica Roth ini tayang satu hari lebih awal, 20 Maret alias Kamis kemarin. Pengennya sih hari itu langsung nonton, tapi US lebih penting dong, jadi kita tunda pas Senin Selasa juga ditunda karena beberapa alasan menyebalkan errrr. 
**

Film ini diawali dengan keadaan Chicago yang masih dalam pemulihan dari peperangan, wilayahnya dibatasi pagar, katanya sih, di luar pagar itu adalah wilayah yang gak pernah bisa pulih dari peperangan *Dan aku  penasaran? ada apa ya di luar sana? kok dibatesin? dan baik di buku satu dan duanya juga belum terjawab, mungkin ntar di ketiga._.*
Yap, untuk membangun kembali Chicago, mereka mengelompokan orang-orang sesuai dengan pribadinya. Amity (The Kind), Erudite (The Intelligent), Candor (The Honest), Abnegation (The Selfless), and Dautless (The Brave). Filmnya nerangin masing-masing faksi dengan jelas bahkan visualisasinya bagus.

"Faction before blood, yeah?"


Mom and Dad dari Tris and Caleb, poor them._.
Faksi dianggap lebih tinggi dibanding hubungan darah, makanya waktu Betrice (Shailene Woodley) yang dulunya Abnegation memilih Dauntless, dan kakaknya Caleb (Ansel Elgort) pilih Erudite, masyarakat kaget. Bahkan Jeanine menganggap kalau didikan Abnegation salah karena sebelumnya pernah ada kasus serupa pada anak ketua Abnegation yang melibatkan kekerasan. btw, Betrice ini seorang Divergent. Yang menurut masyarakat dianggap ancaman.

"You're different. You don't fit into a category. They can't control you. They call it Divergent. You can't let them find out about you."


*Christina&Tris* Ini nih cara Dauntless turun dari kereta, loncat broo!
Cerita dilanjutin sama fase inisiasi Betrice--yang kesananya bakal dipanggil Tris--yang mana dia masih diuji untuk bakalan masuk sama atau nggak di Dauntless, dan ujiannya membutuhkan keberanian besar, mereka dilatih jadi kuat, dan pantang menyerah. Kamu nyerah? Maka ini hukumannya.
Eric (Jai Courtney) nyuruh Christina (Zoe Kravitz) gelantungan di atas jurang
Mungkin, masalah tonjok menonjok._. Tris kalah, sampai sampai dia berada di peringkat terendah, nyaris jadi factionless. Tapi di uji tahap 2, dia yang pertama. Dan jeng-jeng-jeng sesuatu yang besar terjadi. Apakah itu? Silakan nonton-nonton._.
Tris dan Four waktu ujian akhir pertama.
Oiya, kenapa nama Four (Theo James) belum kesebut ya? hihi. Dia ini yang ngajarin anak-anak pindahan ke Dauntless, sedangkan Eric ngurusin anak asli Dauntless. Four juga selanjutnya bakal jadi pacar Tris. Duh, aku gak pinter nerangin cerita, mending nonton aja deh, soalnya kalo aku ceritain ntar spoiler abisssss._.
Tris di salah satu 'ketakutan'nya
**

Kalo aku ngebandingin ini film sama novel, cukup banyak karakter dan adegan yang gak dimasukin, juga ada beberapa yang beda tapi cukup menggambarkan dan tujuannya sama-sama ke sana. Tapi dimaklumin. Soalnya contoh deh, di buku tuh banyaaakkk banget karakter-karakter yang mencolok, cuma di sini jadi nggak semencolok itu. kayak Edward, nggak ada tuh adegan Peter yang nyolok mata Edward pake garpu *kalo gak salah inget, pas baca novelnya August 2012*. Uriah, Lynn, Zeke sebenernya ada walau cuma sepintas, cuma nggak dikenalin yang mana-yang mananya sama si tukang film, padahal mereka kan ntar berperan di novel selanjutnya. Dimaklum karena kalo misal semua karakter dimasukkin, ntar penonton bakal lieur, waktu aku baca novelnya aja masih suka lupa-lupa. Dan untung juga ada beberapa yang gak dimasukkin karena kita jadi bisa imajinasi sendiri, hihihih. Kisah cinta Will sama Christina juga gak terlalu mencolok, bahkan bisa disebut nggak ada-_-
Tory (Maggie Q) yang nyuntik serum ke Tris
Kayaknya tukang film lebih fokus sama tokoh utama. Oiya, aku belum ngomongin Jeanine (Kate Winslet) juga ya? Dia ini leadernya Erudite, yang oh uh you will know at the first time that she's bring something bad-_-
Look! Umurnya jauh banget yaaa, untung muka Tris polos, jadi gak terlalu keliatan tua, actingnya juga bagus. Dan tahu gak sih? Hal pertama yang terlintas pas tau Shailene yang meranin Tris? gendut._. haha iya tangannya gede amat, walau gak segede Theo wkwkw. eh, eh, aku kok suka suaranya Shailene ya? seksi._. Kalo Theo emang bener ketuaaannn, tapi kesana-kesana jadi biasa dan mayan ganteng lah, suaranya juga berat dan seksi._. *ada apa dengan kata seksi sih?._.* Kalo Jeanine, from titanic to divergent, cukuplah, gak bengis-bengis amat.
At last, film ini baguuusss, cuma gak bikin aku excited. Tapi ada juga beberapa adegan yang kereeennn, dan yang paling berkesan kayaknya waktu Tris flying fox dari atas gedung. it was ah-mai-zing. Mau dong nyoba, heheheh