Monday, 23 July 2012

The Invention Of Hugo Cabret

Judul Buku : The Invention of Hugo Cabret
Penulis : Brian Selznick
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 543 Halaman
Tahun Terbit: 2012

Keren banget! Memikat! Sebuah karya sastra dipadukan dengan seni. Aaa hebat sekali Brian Selznick. Ia memiliki imajinasi luar biasa. Dengan adanya gambar, penulis tidak menjelaskan secara rinci lagi karena gambarnya saja sudah menjelaskan dengan detail. Walaupun di awal terjemahannya agak kurang nyaman tetapi kesananya menjadi bagus.

Hugo Cabret menjadi 'Perawat Waktu' di Stasiun.
Hugo sedang mencuri mainan di kios di stasiun! Namun kakek penjaga kios itu menyadarinya, ia langsung memegang tangan Hugo keras dan memanggil-manggil polisi stasiun. Karena polisi stasiun tak muncul juga, kakek itu menyuruh Hugo mengeluarkan segala benda yang berada di saku Hugo, Hugo pun mengeluarkan barang-barangnya. Sebenarnya ia tak mau mengeluarkan buku catatan ayahnya, namun kakek itu mendesak dan Hugo pun mengeluarkannya. Kakek itu membuka dan membolak-balikkan buku seakan ia mengenali gambar dibuku, ia bertanya tp Hugo tidak mau memberitahu. Dan kakek itu pun merampas semua barang Hugo, mengancam akan membakar buku Hugo. Kakek itu pulang, Hugo mengikuti dari belakang. Kakek itu masuk ke rumah dan mengusir Hugo tapi Hugo tetap bersikeras disana, melempar batu ke jendela rumah si kakek dan keluarlah gadis dengan umur sebaya dengannya dari rumah si kakek. Ia berjanji memastikan buku catatan ayah Hugo tidak akan terbakar walau Hugo tidak memberitahu buku apa itu.

Hugo pulang ke stasiun dan membuka tutup di dinding. Mengeluarkan suatu benda yg mengingatkan Hugo tentang: Awalnya ayah Hugo mengajari Hugo memperbaiki mesin (jam) hingga ia bisa membetulkan barang rusak ketika berumur 6 tahun.

Ayahnya bekerja paruh waktu di sebuah museum, tepat di lotengnya ia menemukan automaton yg menakjubkan, yg menurut perkiraan ayahnya automaton itu bisa menulis.

Suatu malam, penjaga tua di museum lupa bahwa ayah Hugo sedang bekerja di loteng, lalu ia mengunci pintu sehingga ayah Hugo terkunci di dalam. Museum kebakaran. Tak ada yg tahu penyebab kebakaran itu. Ayahnya meninggal. Paman Claude datang menjemput Hugo, Hugo mengemasi koper dan menyelipkan buku catatan ayahnya ke saku. Paman Claude membawa Hugo ke stasiun dan mengajarkan serta menjadikan Hugo sebagai 'Murid Perawat Waktu'. Hugo menyukai pekerjaan itu. Hugo jg diajarkan mencuri, terutama makanan (mencuri mainan adalah pengecualian), ia tidak suka cara itu, tapi itulah satu-satunya cara agar mendapat makanan

Sampai ketika, ia harus mengerjakan pekerjakan itu seorang diri karena paman Claude menghilang dan tidak pulang sama sekali. Setelah malam ketiga pamannya tidak kembali, Hugo berniat untuk kabur. Tak tahu kemana harus pergi, tetapi kakinya membawa Hugo ke tempat reruntuhan museum yg terbakar. Ia menemukan automaton itu tergeletak hancur lalu memungutnya dan kembali ke stasiun, karena tidak ada tempat lain.

Ia bertekad memperbaikinya dengan bantuan dari buku catatan ayahnya. Ia membuat banyak kemajuan terhadap automaton tersebut. Lewat tulisan yg akan ditulis automaton itu, ia yakin automaton itu dapat membuat masa depannya menjadi baik. Tetapi sekarang buku catatan ayahnya berada di kakek penjual mainan, Hugo harus bisa mengambil catatannya kembali. Siapa kakek itu? ? Apakah kakek itu tahu mengenai automaton yang ditemukan ayahnya? Dan berhasilkah gadis itu membawakan buku catatan ayahnya kepada Hugo? Apakah Hugo bisa memperbaiki automaton tanpa buku catatan ayahnya? Apa sebenarnya yang ditulis automaton itu? Benarkah automaton itu bisa mengubah hidup Hugo?
***
Ini baru satu masalah yang aku ceritain, masih ada satu masalah lain yang lebih tanda tanya. Tapi postingannya udah kepanjangan, jadi yang penasaran silahkan dibaca bukunya. Gak nyesel deh! Gak akan bosen bacanya, saya saja membacanya cuma 2jam setengah, terdapat 158 gambar dari 543 halaman, luar biasa. George Mellies merupakan satu-satunya tokoh asli yang benar-benar ada di kehidupan nyata, tapi sifatnya hanya rekaan penulis. Film, yang disebutkan semuanya memang benar ada. Bisa dilihat film apa saja di belakang buku. Novel yang sangat mengesankan!

Thursday, 31 May 2012

Seoulmate

Judul: Seoulmate
Penulis: Lia Indra Andriana
Penerbit: Haru
Tahun terbit: 2011
ISBN: 978-602-98325-0-1
Tebal: 300 halaman
Sinopsis:

Ketika kenyataan menentangmu untuk terus berharap

Sebuah harapan untuk bertemu kembali dengan seorang pria telah memaksa Kim Sun menggunakan kemampuannya berkomunikasi dengan hantu. Ia memutuskan menjadi mate dan bergabung dalam sebuah organisasi ‘penyalur hantu’ bernama SeoulMate yang menerima proposal permintaan bantuan dari manusia. Sebagai mate, ia bertugas menjaga serta membantu soul atau hantu yang bergabung dalam SeoulMate untuk melaksanakan proposal dari para klien SeoulMate.

Tak disangka, Sun ditugaskan menjaga soul yang amnesia! Hantu baru ini sama sekali tidak mengingat kehidupan manusianya dan terus mendesak Sun untuk membantu menemukan asal-usulnya. Sun tidak habis pikir bagaimana dia dan Jang—nama yang dia berikan untuk soul-nya—dapat menyelesaikan proposal klien jika mereka selalu bertengkar.

Namun, semuanya berjalan di luar dugaan. Tanpa disadari, sengatan-sengatan perasaan aneh yang disebut cinta itu mulai tumbuh antara Sun dan Jang.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah kenyataan menghadapkan Jang kepada pilihan, antara tetap menjadi soul yang menjalin cinta abnormal dengan Sun atau menuju tempat yang wajar bagi para hantu dan menghilang dari kehidupan gadisnya....***

Keren, walaupun banyak typo yg agak ngebingungin, tapi buku ini berhasil buat aku terenyuh dlm ceritanya. Serasa hantunya itu udah kaya manusia gitu. Ikut terbawa perasaan gelisah yang dirasakan tokoh utama, tapi belom bisa kebawa pas bagian nangis2annya, rada kurang gereget gituuu, ehehew. Tokoh yang pemarah, yang selalu bisa membalas kata-kata sinis, siipp, ini keren bgt. Lia ini kayanya orang yang banyak ide yaa, good

Seharian baca seoulmate dan tamat. ceritanya radarada mirip suddenly supernatural gitu, tentang medium yang nyelametin arwah gentayangan. Tapi di seoulmate ini, hantunya disebut soul dan mediumnya disebut mate. Tugasnya sama buat bantu hantu supaya dia bisa ke alamnya, dia gentayangan karna ada yang ada urusan yg belum selesai di dunia. Dan mereka juga harus mengerjakan proposal2, seperti permintaan manusia lain yang membutuhkan tugas yang berkaitan dengan hantu.

Sun, dengan iming2an siwon bahwa Sun dpt bertemu dgn Dong ia masuk menjadi anggota seoulmate dan harus menjadi mate seorang soul yg amnesia. Walaupun awalnya pertengkaran selalu terjadi, tetapi dalam pengerjaan proposal2 itu mereka menjadi sangat dekat. Sampai akhirnya mereka menemukan Arang, dan Jang meminta agar Arang menjadi soul Sun, Sun menerima namun sempat dimarahi Siwon. Sun jg merasa tdk suka karna Jang terlihat dekat dgn Arang, dan Arang jg membantu Jang untuk mengetahui masa lalunya. Sun cemburu, tapi akhirnya Sun dan Jang saling menyatakan perasaannya. Sampai akhirnya Sun mengetahui masa lalunya.......................
Bagaimana dengan Dong? Apakah bisa Sun memiliki dua soul? Bagaimana Sun menghadapi Arang? Apa sebenarnya masa lalu Jang? Apakah Sun dapat merelakan Jang pergi? Dapatkah rasa cinta yang tumbuh antara manusia dan hantu bersatu? Bagaimana dengan ending cerita ini? Kalian bisa tau jawabannya setelah membacanya, happy ending kok

About the cover, menarik! Gue takjub sama penerbit haru, keren-keren covernya, ngebuat pembaca tertarik. Ehee gue yakin di bagian atas, ada hantu cewek pake hanbok itu Arang, hantu cowok yang megang bungan itu Jang, dan cewek yang pake kaos bertulisan traveliyagi itu Sun. Dan yang gue gak ngerti itu apa yg ditalikan seperti hewan peliharaan sama Sun itu-_-

Di halaman belakang ada kamus korea-indonesia, penjelasan tentang istilah2 korea, juga keterangan lokasi. yang disebut di novel seoulmate ini.

Quote favorit:
Harapan... Itulah yang membuat kita bisa menggapai apa yang kita inginkan. Sebuah harapan dan kepercayaan.

Don't stop to hoping my friend, tanpa berharap hidup kita terasa datar :))

Bagian favorit:
"Kamu memeluknya!" Jang berujar lagi dengan nada menuduh, kali ini lebih keras.
Sun merasakan dadanya mengembung dalam kebahagiaan. Jang sedang cemburu, ia bisa mengenali perasaan yang terpancar di wajah Jang. "Kau... Mengatakan mencintaiku, kan?"
Jang mengangguk.
.......
"Bagus... kau tidak menolakku." Sun tersenyum, masih terlihat tidak rela melepaskan bibirnya dari bibir Jang. "Aku bisa saja memeluk Dong Oppa... tapi aku tidak bisa menciumnya. Ciuman ini hanya untukmu."

4 bintang buat sikap para tokoh